banner 728x250

Guru Bukan Untuk PGRI

  • Bagikan
Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd (Dewan Pembina PGRI)
banner 468x60

Guru dalam definisi formal bisa kita artikan sebagai pendidik  dan pengajar di ruang-ruang kelas yang ada di semua sekolahan.  Guru adalah entitas istimewa yang harus diistimewakan sesuai  martabat dan peran strategisnya.  Jangan coba-coba merendahkan atau melakukan demartabatisasi profesi guru.

Jangan sampai guru “dieksploitasi” oleh sejumlah pihak berkepentingan demi  pribadi, kelompok dan entitas tertentu. Guru adalah profesi yang benar-benar harus  dimuliakan dan terus didukung untuk bertumbuh,  berkembang lebih profesional.  Pemerintah, organisasi profesi dan masyarakat  harus terlibat serius memuliakan guru.

banner 336x280

Termasuk organisasi profesi guru.  Organisasi profesi guru jangan jadikan guru sebagai lahan eksploitasi organisasi profesi.  Terutama PGRI sebagai organisasi profesi guru terbesar di republik ini harus jadi teladan memuliakan guru.  Guru bukan untuk PGRI, guru bukan untuk kepentingan  pengurus PGRI.  PGRI dan pengurus hidup mati untuk guru.

Guru menjadi pusat  orientasi dan prioritas organisasi.  Organisasi PGRI didirikan untuk guru.  Guru bukan untuk PGRI tapi PGRI untuk guru.  Perspektif guru berada diatas kepentingan organisasi dan pengurus harus dimengerti oleh semua aktivis pengurus PGRI.  Jangan sampai guru hanya jadi “korban” organisasi.

Organisasi PGRI hidup digerakan untuk guru. Bukan guru digerakan untuk PGRI atau kepentingan perorangan atau kelompok pengurus PGRI. Kehadiran PGRI untuk memuliakan martabat guru dan menjadi alat perjuangan guru. Guru  anggota adalah pemilik PGRI dan pembayar iuran setia. Hidup mati organisasi ditentukan oleh iuran anggota.

Menuju HUT PGRI dan HGN sebaiknya ritualitas organisasi berwajah memuliakan martabat profesi guru anggota. Mengapa tidak di semua HUT PGRI dan HGN  lebih banyak memuliakan guru-guru hebat. Bukan hanya memuliakan para Bupati, Walikota, Gubernur dan tokoh tertentu yang kadang kepentingannya beraroma politik.

Memulai dan memuliakan martabat profesi guru adalah tanggung jawab organisasi profesi guru. Jangan sampai organisasi profesi guru digiring pada kepentingan orang, kelompok atau politisi tertentu. PGRI adalah organisasi profesi guru. G dalam singkatan PGRI adalah guru, bukan profesi lain. G adalah guru.

G dalam singkatan PGRI adalah guru. Guru identik dengan pendidik di semua sekolahan jenjang PAUD,SD/MI,  SMP/MTs, SMA/SMK/SLB  bukan yang lain.  Bila organisasi PGRI lebih banyak digiring pada kepentingan selain guru jadi aneh dan bisa jadi menyimpang. PGRI harus diluruskan bila salah arah. PGRI untuk guru,  bukan guru untuk PGRI.

Guru anggota PGRI  jangan jadi “korban” pengurus tapi para pengurus harus berkorban untuk guru.  Pengurus PGRI harus hormat pada guru anggota, bukan guru anggota “membungkuk” pada pengurus.  Pengurus PGRI adalah abdi, pelayan anggota yang membayar iuran. Para pengurus harus berterimaksih pada guru anggota.

Kehormatan pengurus  di PGRI karena dipilih anggota.  Pengurus harus benar-benar melayani dan memperjuangkan martabat  guru anggota. Bukan  malah memperjuangkan  dirinya sendiri karena ingin menjadi A, B, C dan hal lainya.  Menjadi Ketua atau pengurus PGRI bukan untuk menjadi A, B dan C melainkan untuk memperjuangkan martabat  guru.

Bila organisasi profesi guru diurus bukan oleh guru atau orang yang tidak pernah menjadi guru, bahaya! Apa bahayanya? Bisa jadi akan ada penyimpangan arah perjuangan organisasi. Organisasi PGRI didirikan untuk kemuliaan guru  anggota.  Untuk kesejahteraan guru anggota, bukan kehormatan dan kesejahteraan pengurus secara pribadi.

Para pemimpin guru dilapangan  pekerjaan  profesi guru adalah para kepala sekolah.  Mengapa dalam organisasi profesi guru malah banyak yang bukan berasal  dari pemimpin guru, malah  memimpin organisasi guru?  Setidaknya para pengurus organisasi guru ke depan harus pernah menjadi guru.  Mengapa? Agar organisasi berkebatinan guru, bukan berkebatinan modus.

Semoga akan lahir kemudian guru-guru hebat, guru-guru penggerak, kepala sekolah, pengawas sekolah dan pensiunan yang  berasal dari dunia guru.   Organisasi guru harus sesuai UURI Non 14 Tahun 2005.  Mengapa sampai saat ini belum ada satu pun organisasi profesi guru yang diakui secara resmi oleh pemerintah sebagai organisasi profesi guru?

Jawabannya karena organisasi guru selalu ada orang yang bukan dari dunia guru mengurus organisasi guru.  Guru bukan untuk  organisasi guru melainkan organisasi guru untuk guru.  Organisasi berkhidmat pada guru,  guru menjadi muara khidmat organisasi.  Dari guru, oleh guru, untuk guru, mulai dari guru, berakhir di guru. Muaranya martabat guru bukan yang lain.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.